SEBLAK MEMANG ENAK, LEZAT DAN MENGGODA. TAPI........
BudiLuhur.Com_
Salah satu kebutuhan pokok manusia untuk dapat melangsungkan kehidupannya
setiap hari yaitu makanan. Setiap makanan yang kita makan setiap hari penting
untuk diperhatikan, khususnya nilai gizi dan manfaat yang terdapat di dalamnya.
Namun seringkali kita tidak teliti dan mimikirkan hal tersebut. Masih banyak
orang-orang yang mengonsumsi makanan hanya melihat dari rasa yang lezat dan
harga yang sesuai dengan kantongnya saja. Tidak perduli apakah makanan itu baik
untuk kesehatan atau tidak. Mungkin bagi sebagian banyak orang, hal ini
merupakan hal yang sepeleh yang dibiarkan begitu saja. Akan tetapi, fakta
sekarang ini begitu banyak kasus yang keracunan makanan dan penyakit yang
ditimbulkan dari makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Bayangkan berapa besar
pengeluaran yang di keluarkan saat masuk rumah sakit, hanya karena kesalahan
dalam memilih makanan yang sehat dan yang dibutuhkan oleh tubuh.
Salah
satu penyebab penyakit dan keracunan makanan tentunya dari persyaratan makanan
yang tidak baik atau kurang aman untuk tubuh. Persyaratan makanan ialah salah
satu hal yang harus melekat pada makanan yang di konsumsi. Apa bila persyaratan
makanan tidak terjamin, maka makanan tersebut pun tidak aman untuk kesehatan,
dan dapat menimbulkan masalah-masalah dalam tubuh konsumen. Sebelum mengonsumsi
makanan sebaiknya, perhatikan apakah itu dibutuhkan oleh tubuh dan baik untuk
kesehatan atau tidak.
Baru-baru
ini beredar informasi tentang seorang anak yang mengalami peradangan usus
buntu. Diduga hal ini terjadi akibat kerupuk kenyal yang terdapat dalam seblak.
Dari kejadian ini banyak orang yang sangat khawatir dan masih belum percaya,
khususnya bagi penggemar seblak. Banyak pertanyaan yang timbul terkait kejadian
ini.
Seblak adalah
makanan Indonesia, yang umumnya adalah makanan khas dari Sunda Jawa Barat yang
memiiki rasa gurih dan pedas, dan bahan dasarnya terbuat dari kerupuk basah serta
memiliki berbagai variasi rasa, seperti seblak sosis, bakso, mie, makaroni
hingga keju dan ceker ayam. Proses pembuatannya pun cukup mudah, sama seperti
memasak mie. Bagi penikmatnya, rasa seblak sungguh lezat, enak, semakin pedas semakin
nikmat. Tidak diragukan lagi rasa seblak ini. Akan tetapi, pernahkah terpikirkan bahwa di balik kelezatannya, seblak
juga mempunyai dampak negatif yang patut diperhatikan oleh para konsumen. Disini
sebagian besar orang belum mengetahui dampak dari mengonsumsi seblak secara berlebihan.
Belakangan
ini seblak tengah naik daun, banyak pengusaha menjual makanan unik ini lantara
tidak membutuhkan modal besar untuk membuka usaha ini. Hal ini ditandai banyaknya warung, kedai dan kios
yang menjual dan menawarkan jajanan seblak. Selain itu cara pembuatannya yang cukup mudah membuat pengusaha seblak semakin tertarik membuka usaha ini. Tidak hanya itu,
harganya yang relatif murah membuat semakin banyak orang membeli dan
mengonsumsinya. Sudah murah, isinya banyak, bikin cepat kenyang, memiliki variasi rasa, lembut, kuahnya yang menggoda, rasanya yang
lezat pun membuat orang semakin tertarik untuk mencoba dan mengonsumsinya. Semakin banyak bumbu dan campuran yang digunakan dalam seblak ini, maka
harganya pun semakin mahal.
Namun hal
yang paling disayangkan terhadap pengusaha seblak yaitu mereka tidak tahu
manfaat dari seblak dan nilai gizi apa yang ada didalam seblak. Mereka membuka
usaha seblak begitu saja. Mereka hanya melihat kondisi pasar. Dan yang penting
banyak orang yang menyukainya.
“Aduh....
saya tidak tahu. Yang jelas saya menjual seblak karena saya melihat kondisi
pasar. Banyak yang suka makan seblak, jadi saya
berfikir kalo buka usaha seblak kayaknya akan lancar karna harganya yang
terjangkau juga sih”, ucap Tomi salah satu pengusaha seblak. Rabu 15/11/2017.
Tak hanya
itu saja, para penikmat seblak juga tidak tahu manfaat dan nilai gizi yang
terdapat dalam seblak itu sendiri. Mereka mengonsumsi seblak karena rasanya
yang enak dan harganya terjangkau. Mereka hanya mengetahui kalo seblak bikin
diare kalo kepedasan cabenya.
“Nilai gizi, aduh saya tidak tahu.
Paling dicekernya kali ya. Tapi gak tahu juga”, kata Ririn salah satu pencinta
seblak. Rabu 15/11/2017
Terkait
hal ini, peneliti di
beberapa perusahaan makanan di Indonesia, Sela Septiani memberikan pendapatnya
terkait manfaat, nilai gizi dan bahaya mengonsumsi seblak. Dia mengatakan bahwa
seblak itu tidak ada nilai gizinya, tetapi hanya membuat kita gemuk saja.
Bahkan dampak yang kita dapatkan sangat banyak. Hal yang paling utama yang
bikin seblak kurang aman untuk dikonsumsi yaitu mulai dari kebersihan makanan
itu sediri, dan bahan-bahan yang digunakan didalamnya.
Mengonsumsi seblak secara berlebihan dan terlalu sering ternyata dapat
mengganggu kesehatan. Berikut bahan-bahan seblak yang sebaiknya dihindari: Pertama,
Garam yang berlebihan. Seporsi jajanan seblak bisa ditaburi hampir setengah
sendok teh garam.Jumlah garam tersebut mengandung sodium yang tinggi yang dalam
jangka panjang bisa memicu hipertensi. Penggunaan garam juga harus
diperhatikan. Jangan sampai berlebihan. Kedua cabe pewarna. Salah satu hal yang dikhawatirkan dalam seblak yaitu
penggunaan cabe pewarna. Penggunaan jenis
pewarna makanan dengan kadar yang melebihi batas maksimum dapat memberikan
dampak negatif bagi kesehatan manusia. Selain itu juga, penggunaan cabe yang
berlebihan pada makanan dapat
menimbulkan efek negatif bagi tubuh. Gangguan pencernaan berikut ini bisa kamu
alami jika terlalu sering mengonsumsi makanan pedas: Mengiritasi jaringan
lambung, memperparah kondisi maag, memicu terjadinya diare, nyeri perut.
Kebanyakan seblak lebih nikmat dikonsumsi jika hangat dan pedas. Untuk itu,
salah satu bumbu yang digunakan saat membuat seblak adalah cabai rawit. Cabai
mengandung vitamin C yang tinggi. Bahan ini juga mengandung senyawa
capsaicin yang membantu proses pencernaan makanan dalam lambung dan usus. Kebanyakan
orang yang mengonsumsi seblak menggunakan cabe yang sangat berlebihan.
Dan yang ketiga, kebersihan makanan dan kebesihan tangan yang membuatnya. Hal
ini juga harus dipertanyakan. Kebersihan makanan adalah hal yang paling nomor
satu dalam makanan. Karna ketikan makanan yang kita konsumsi tidak bersih, maka
akan menimbulkan Penyakit yang bersifat infeksi seperti diare.
Selanjutnya,
Sela Septiani melanjutkan penjelasannya tentang kandungan gizi yang terdapat
dalam seblak. Berikut rincian kandungan gizi pada satu porsi seblak: Total
kalori sebesar 262 kkal yang berasal dari 43% lemak, 45% karbohidrat, dan 12%
protein. Kolesterol 121 mg. Karbohidrat dari gula sebanyak 5,49 gram dan serat
4,5 gram. Kandungan sodium 551 mg. Kandungan kalium 472 mg.
Dari data
angka kecukupan gizi (AKG) tersebut, kamu bisa mengetahui bahwa kandungan
kolesterol dan sodium dalam seblak cukup tinggi. Selain itu, kebutuhan
nutrisimu juga tidak terpenuhi hanya dengan makan seblak. Seblak rendah vitamin
dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Ditambah lagi kandungan kolesterol dalam
minyak yang digunakan untuk menumis makanan ini. Hal ini akan membuat tubuh
kita terancam penyakit.
“Kalo dari zat-zat dan nilai gizi
yang ada dalam seblak sendiri, seblak itu kan makanan padat energi,
artinya menyumbang kalori yang bikin
kita gemuk dan tidak megandung nilai gizi yang lain seperti mineral, zat besi,
vitamin, dan lain sebagainya. Selain itu seblak ini memiliki kalori sekitar 1
porsi itu 262 kalori setara dengan 2 porsi nasi. Dan seblak juga
mengandung karbonhidrat yang tinggi dan bisa saja ini memicu diabetes”, kata Sela
Septiana. Senin13/11/2017.
Tak hanya
itu, Sela Septiana juga memberikan saran kepada penikmat seblak. Ia mengatakan
bahwa bagi pencita seblak, batasilah mengonsumsi seblak. Karna seblak tidak
baik untuk kesehatan tubuh. Lebih baik mencoba makanan lain yang memiliki nilai
gizinya.
Dian fermina mawati
waruwu/1671501680
Komentar
Posting Komentar